Sabtu, 24 Agustus 2013

Kumpulan Doa-doa dalam Islam



DOA SEBELUM TIDUR

Doa Memohon Dikasihani Bila Diambil Nyawanya dan Dipelihara Jika Dihidupkan Kembali

بِاسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَْرْفَعَُهُ فَإِن أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا وَإِنْ أَرْْ سَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحيْنَ

BISMIKA RABBII WA DHA’TU JAMBII, WA BIKA ARFA’UH, FA IN AMSAKTA NAFSII FARHAMHAA, WA IN ARSALTAHAA FAHFAZHHAA, BIMAA TAHFAZHU BIHII ‘IBAADAKASH SHAALIHIIN.
Artinya: “Dengan menyebut nama-Mu, wahai Tuhanku, aku baringkan lambungku; dan dengan menyebut nama-Mu, aku angkat lambungku. Jika Engkau ambil nyawaku, kasihanilah dia; dan jika Engkau lepaskan, peliharalah dia dengan cara yang Engkau lakukan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Doa Memohon Dipelihara dari Siksa Neraka

(اَللّهُمَّ قِنِيْ عَدَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ (3

ALLAHUMMA QINII ‘ADZAABAKA YAUMA TAB’ATSU ‘IBAADAK. (3X)
Artinya: “Ya Allah, peliharalah diriku dari siksa-Mu pada saat Engkau bangkitkan hamba-hamba-Mu.” (3X) (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Doa Memohon Dimatikan dan Dihidupkan sebagai Muslim

بِاسْمِكَ اللّهُمَّ اَمُوتُ وَأَحْيَا

BISMIKA ALLAAHUMMA AMUUTU WA AHYAA.
Artinya: “Dengan menyebut nama-Mu, wahai Tuhanku, aku mati dan aku hidup.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Doa Memohon Dicukupi dan Dilindungi

…اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَكَفَانَا وَآوَانَا

ALHAMDU LILLAAHIL LADZII ATH’AMANAA WA SAQAANAA, WA KAFAANAA, WA AAWAANAA,…
Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan yang memberi makan dan minum kepada kami, mencukupkan, dan memberi perlindungan kepada kami,…” (HR. Muslim)

Doa Apabila Susah Tidur

اللّهُمَّ غََارَتِ النَُّّجُومُ وَهَدَأتِ الْعُيُونُ وَأَنتَ حَيٌّ قَيُّْومٌ لاَّ تَأْخُذُكَ سِنَةٌ وََّلاَ نَوْمٌ يَاحَيُّ يَاقَيُّْمُ أَهْدِيْ لَيْلِي وَأَنِمْ عَيْنِي

ALLAHUMMA GHAARATIN NUJUUMU WA HADA’ATIL ‘UYUUNU WA ANTA HAYYUN QAYYUUMUL LAA TA’KHUDZUKA SINATUW WA LAA NAUUM, YAA HAYYU YAA QAYYUUMU AHDI’LAILII, WA ANIM ‘AINII.
Artinya: “Ya Allah, bintang-bintang tenggelam dan semua mata tertidur lelap, sedangkan Engkau Mahahidup abadi lagi terus-menerus mengurus makhluk-Mu, Engkau tidak pernah terkena kantuk dan tidak pula tidur. Wahai Yang Mahahidup abadi lagi terus-menerus mengurus makhluk, tenangkanlah malamku dan pejamkanlah mataku.” (HR. Ibnu Sunni)

Doa ketika Terbangun karena Terkejut

أَعُوْذُبِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقاَ بِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَ أَنْ يَّخْضَُرُونِ

A’UUDZU BI KALIMAATILLAAHIT TAAMMAATI MIN GHADHABIHII WA ‘IQAABIH, WA SYARRI ‘IBAADIH, WA MIN HAMAZAATISY SYAYAATHIINI WA AY YAHDHURUUN.
Artinya: “Aku berlindung (kepada Allah) dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka dan siksa-Nya, dan hembusan-hembusan setan, agar mereka tidak menyentuhku.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Doa ketika Bermimpi Buruk

أَعُوْذُبِ اللهِ مِنَ الشَّيَاطِيْنِ وَ مِنْ شَرِّ مَا رَآى

A’UUDZU BILLAAHI MINASY SYAITHAANI WA MIN SYARRI MAA RA’AA.
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan dan dari segala hal yang tidak baik dalam mimpi.” (HR. Muslim)

DOA BANGUN TIDUR

Doa Memohon Dihidupkan kembali dalam Keadaan Baik

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

ALHAMDU LILLAHIL LADZII AHYAANAA BA’DA MAA AMAATANAA WA ILAIHIN NUSYUUR.
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami; dan hanya kepada-Nya lah tempat kembali.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Doa Memohon Diberi Kesehatan dan Dibantu untuk Mengingat-Nya

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي عَافَانِي فِي جَسَدِي وَ رَدََّ عَلَيَّ رُوْحِِي وَ أَذِنَ لِي بِذِكَْرِهِ

ALHAMDU LILLAHIL LADZII ‘AAFAANII FII JASADII, WA RADDA ‘ALAYYA RUUHII, WA ADZINA LII BI DZIKRIHI.
Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan Yang memberikan kesehatan pada tubuhku, mengembalikan ruhku kepada diriku, dan mengizinkan aku untuk menginginkan-Nya.” (HR. Tirmidzi)

Doa Memakai Pakaian

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا (الثَّوبَ) وَرَزَقْنِيهِ مِنْ غَيْرِ تَوْلٍ مِنِّي وََلاَ قُوَّةٍ

ALHAMDU LILLAAHIL LADZII KASAANII HAADZATS TSAUBA WA RAZAQNIIHI MIN GHAIRI HAULIM MINNII WA LAA QUWWAH.
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah mengenakan pakaian ini kepadaku dan mengaruniakannya kepadaku, padahal diriku tidak mempunyai daya dan kekuatan.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

Doa Memakai Pakaian Baru

اللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنتَ كَسَوْتَنِيهِ أَسْأَ لُكَ مِنْ خَيْرٍهِ وَخَيْرٍ مَا صُنِعَ لَهُ وََ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَ شَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

ALLAHUMMA LAKAL HAMDU ANTA KASAUTANIIH, AS’ALUKA MIN KHAIRIHII WA KHAIRI MAA SHUNI’A LAH, WA A’UUDZU BIKA MIN SYARRIHII WA SYARRI MAA SHUNI’A LAH.
Artinya: “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkau lah yang mengenakan pakaian ini kepadaku. Aku memohon kepada-Mu kebaikan dari pakaian ini dan kebaikan pemakaiannya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini dan semua keburukan pemakaiannya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Doa Melepaskan Pakaian

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ

BISMILLAAHIL LADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWA.
Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.” (HR. Ibnu Sunni)

Bacaan Sholat Fardhu 5 Waktu Lengkap Dengan Gerakannya

1. Gerakan Berdiri Tegak untuk Salat,

  Berdiri tegak pada salat fardu hukumnya wajib. Berdiri tegak merupakan salah satu rukun salat. Sikap ini dilakukan sejak sebelum takbiratul ihram. Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
1. Posisi badan harus tegak lurus dan tidak membungkuk, kecuali jika sakit.
2. Tangan rapat di samping badan.
3. Kaki direnggangkan, paling lebar selebar bahu.
4. Semua ujung jari kaki menghadap kiblat.
5. Pandangan lurus ke tempat sujud.
6. Posisi badan menghadap kiblat. Akan tetapi, jika tidak mengetahui arah kiblat, boleh menghadap ke arah mana saja. Asal dalam hati tetap berniat menghadap kiblat.

2. Gerakan Mengangkat Kedua Tangan

ada banyak keterangan tentang cara mengangkat tangan. Menurut kebanyakan ulama caranya adalah sebagai berikut.
1. Telapak tangan sejajar dengan bahu.
2. Ujung jari-jari sejajar dengan puncak telinga.
3. Ujung ibu jari sejajar dengan ujung bawah telinga.
4. Jari-jari direnggangkan.
5. Telapak tangan menghadap ke arah kiblat, bukan menghadap ke atas atau ke samping.
6. Lengan direnggangkan dari ketiak (sunah bagi laki-laki). Untuk perempuan ada yang menyunahkan merapatkannya pada ketiak. Namun, boleh juga merenggangkannya.
7. Bersamaan dengan mengucapkan kalimat takbir.
Catatan: Mengangkat tangan ketika salat terdapat pada empat tempat, yaitu saat takbiratulihram, saat hendak rukuk, saat iktidal (bangun dari rukuk), dan saat bangun dari rakaat kedua (selesai tasyahud awal) untuk berdiri meneruskan rakaat ketiga.
3. Gerakan Sedekap dalam Salat
Sedekap dilakukan sesudah mengangkat tangan takbiratulihram. Adapun caranya adalah sebagai berikut.
a. Telapak tangan kanan diletakkan di atas pergelangan tangan kiri, tidak digenggamkan.
b. Meletakkan tangan boleh di dada. Boleh juga meletakkannya di atas pusar. Boleh juga meletakkannya di bawah pusar.
Ketika bersedekap, doa yang pertama dibaca adalah doa iftitah. Setelah selesai iftitah, kemudian membaca surat Al Fatihah. Sesudah membaca surat Al Fatihah, kemudian membaca surat pendek seperti Al Ikhlas, Al ‘Asr, dan An Nasr.
Adapun Bacaan ada di bawah ini :
DOA IFTITAH
ALLAAHU AKBARU KABIIRAA WAL HAMDU LILLAAHI KATSIIRAA WASUBHAANALLAAHI BUKRATAW WAASHIILAA.
Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala Puji Bagi Allah, Pujian Yang Sebanyak-Banyaknya. Dan Maha Suci Allah Sepanjang Pagi Dan Petang.
INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAM MUSLIMAW WAMAA ANA MINAL MUSYRIKIIN.
Kuhadapkan Wajahku Kepada Zat Yang Telah Menciptakan Langit Dan Bumi Dengan Penuh Ketulusan Dan Kepasrahan Dan Aku Bukanlah Termasuk Orang-Orang Yang Musyrik.
INNA SHALAATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAAHIRABBIL ‘AALAMIIN.
Sesungguhnya Sahalatku, Ibadahku, Hidupku Dan Matiku Semuanya Untuk Allah, Penguasa Alam Semesta.
LAA SYARIIKA LAHUU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIIN.
Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya Dan Dengan Demikianlah Aku Diperintahkan Dan Aku Termasuk Orang-Orang Islam.
AL-FATIHAH
BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM.
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
AL HAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN.
Segala Puji Bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.
ARRAHMAANIR RAHIIM.
Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
MAALIKIYAUMIDDIIN.
Penguasa Hari Pembalasan.
IYYAAKA NA’BUDU WAIYYAAKA NASTA’IINU.
Hanya Kepada-Mu lah Aku Menyembah Dan Hanya Kepada-Mu lah Aku Memohon Pertolongan. 
IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIIM.
Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus.
SHIRAATHAL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHDHUUBI ‘ALAIHIM WALADHDHAALLIIN. AAMIIN.
Yaitu Jalannya Orang-Orang Yang Telah Kau Berikan Nikmat, Bukan Jalannya Orang-Orang Yang Kau Murkai Dan Bukan Pula Jalannya Orang-Orang Yang Sesat.
4. Gerakan Rukuk Dalam Sholat
Rukuk artinya membungkukkan badan. Adapun cara melakukannya adalah sebagai berikut.
1. Angkat tangan sambil mengucapkan takbir. Caranya sama seperti takbiratulihram.
2. Turunkan badan ke posisi membungkuk.
3. Kedua tangan menggenggam lutut. Bukan menggenggam betis atau paha. Jari-jari tangan direnggangkan. Posisi tangan lurus, siku tidak ditekuk.
4. Punggung dan kepala sejajar. Punggung dan kepala dalam posisi mendatar. Tidak terlalu condong ke bawah. Tidak pula mendongah ke atas.
5. Kaki tegak lurus, lutut tidak ditekuk.
6. Pinggang direnggangkan dari paha.
7. Pandangan lurus ke tempat sujud.
Sesudah posisi ini mantap, kemudian membaca salah satu doa rukuk.
Adapun bacaan Rukuk Sebagai Berikut :
R U K U’
SUBHAANA RABBIYAL ‘ADZIIMI WA BIHAMDIH. – 3 x
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.
5. Gerakan Iktidal dalam Sholat

Iktidal adalah bangkit dari rukuk. Posisi badan kembali tegak. Ketika bangkit disunahkan mengangkat tangan seperti ketika takbiratulihram. Bersamaan dengan itu membaca kalimat “sami’allahu liman hamidah”. Badan kembali tegak berdiri. Tangan rapat di samping badan. Ada juga yang kembali ke posisi bersedekap seperti halnya ketika membaca surat Al Fatihah. Perbedaan ini terjadi karena beda pemaknaan terhadap hadis dalilnya. Padahal dalil yang digunakan sama. Namun, jumhur ulama sepakat bahwa saat iktidal itu menyimpan tangan rapat di samping badan.
Sesudah badan mantap tegak berdiri, barulah membaca salah satu doa iktidal.
I’TIDAL
SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH.
Semoga Allah Mendengar ( Menerima ) Pujian Orang Yang Memuji-Nya ( Dan Membalasnya ).
RABBANAA LAKAL HAMDU MIL’US SAMAAWATI WA MIL ‘ULARDHI WA MIL ‘UMAASYI’TA MIN SYAI’IN BA’DU.
Wahai Tuhan Kami ! Hanya Untuk-Mu lah Segala Puji, Sepenuh Langit Dan Bumi Dan Sepenuh Barang Yang Kau Kehendaki Sesudahnya.
6.  Gerakan Sujud dalam Sholat
ujud artinya menempelkan kening pada lantai. Menurut hadis riwayat Jamaah, ada tujuh anggota badan yang menyentuh lantai ketika sujud, yaitu:
1. wajah (kening dan hidung),
2. dua telapak tangan,
3. dua lutut, dan
4. dua ujung telapak kaki.
Cara melakukan sujud adalah sebagai berikut.
1. Turunkan badan dari posisi iktidal, dimulai dengan menekuk lutut sambil mengucapkan takbir.
2. Letakkan kedua lutut ke lantai.
3. Letakkan kedua telapak tangan ke lantai.
4. Letakkan kening dan hidung ke lantai.
5. Talapak tangan dibuka, tidak dikepalkan. Akan tetapi, jari-jarinya dirapatkan, dan ini satu-satunya gerakan di mana jari-jari tangan dirapatkan, sementara dalam gerakan lainnya jari-jari ini selalu direnggangkan.
6. Jari-jari tangan dan kaki semuanya menghadap ke arah kiblat. Ujung jari tangan letaknya sejajar dengan bahu.
7. Lengan direnggangkan dari ketiak (sunah bagi laki-laki). Untuk perempuan ada yang menyunahkan merapatkannya pada ketiak. Namun, boleh juga merenggangkannya.
8. Renggangkan pinggang dari paha.
9. Posisi pantat lebih tinggi daripada wajah.
10. Sujud hendaknya dilakukan dengan tenang. Ketika sudah mantap sujudnya, bacalah salah satu doa sujud.
Ketika bangkit dari sujud untuk berdiri ke rakaat berikutnya, disunahkan wajah lebih dulu dianggkat dari lantai, kemudian tangan, dan disusul dengan mengangkat lutut hingga berdiri tegak.
Bacaa pada waktu sujud : 
SUJUD
SUBHAANA RABBIYAL A‘LAA WA BIHAMDIH. – 3 x
Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi Dan Dengan Memuji-Nya.
7.  Gerakan Duduk antara Dua Sujud

Duduk antara sujud adalah duduk iftirasy, yaitu:
1. Bangkit dari sujud pertama sambil mengucapkan takbir.
2. Telapak kaki kiri dibuka dan diduduki.
3. Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
4. Badan tegak lurus.
5. Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
6. Telapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.
7. Telapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
8. Pandangan lurus ke tempat sujud.
9. Setelah posisi tumakninah, baru kemudian membaca salah satu doa antara dua sujud.
Bacaannya Sebagai Berikut :
DUDUK DIANTARA DUA SUJUD
RABBIGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNII WAHDINII WA’AAFINII WA’FU ‘ANNII.
Ya Tuhanku ! Ampunilah Aku, Kasihanilah Aku, Cukupkanlah ( Kekurangan )-Ku, Angkatlah ( Derajat )-Ku, Berilah Aku Rezki, Berilah Aku Petunjuk, Berilah Aku Kesehatan Dan Maafkanlah ( Kesalahan )-Ku.
 8. Gerakan Tasyahud (Tahiyat) Awal
Duduk Tasyahud AwalDuduk tasyahud awal adalah duduk iftirasy, sama seperti duduk antara dua sujud. Ini pada salat yang lebih dari dua rakaat, yaitu pada salat zuhur, asar, magrib, dan isya. Caranya adalah sebagai berikut.
1. Bangkit dari sujud kedua rakaat kedua sambil membaca takbir.
2. Telapak kaki kiri dibuka dan diduduki.
3. Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
4. Badan tegak lurus.
5. Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
6. Telapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.
7. Telapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
8. Disunahkan memberi isyarat dengan telunjuk, yaitu telapak tangan kanan digenggamkan. Kemudian telunjuk diangkat (menunjuk). Dalam posisi ini kemudian membaca doa tasyahud.

Bacaannya sebagai berikut :

TASYAHUD AWAL
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.
Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.
ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad !.
9. Gerakan Tasyahud Akhir

Tasyahud akhir adalah duduk tawaruk. Caranya adalah.
1. Bangkit dari sujud kedua, yaitu pada rakaat terakhir salat, sambil membaca takbir.
2. Telapak kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan. Jadi, panggul duduk menyentuh lantai.
3. Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
4. Badan tegak lurus.
5. Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
6. Telapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.
7. Telapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
8. Disunahkan memberi isyarat dengan telunjuk, yaitu telapak tangan kanan digenggamkan. Kemudian telunjuk diangkat (menunjuk). Dalam posisi ini kemudian membaca doa tasyahud, selawat, dan doa setelah tasyahud akhir.
Bacaannya sebagai berikut :
TASYAHUD AKHIR
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH.
Segala Kehormatan, Keberkahan, Rahmat Dan Kebaikan Adalah Milik Allah.
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
Semoga Keselamatan, Rahmat Allah Dan Berkah-Nya ( Tetap Tercurahkan ) Atas Mu, Wahai Nabi.
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
Semoga Keselamatan ( Tetap Terlimpahkan ) Atas Kami Dan Atas Hamba-Hamba Allah Yang Saleh.
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
Aku Bersaksi Bahwa Tidak Ada Tuhan Selain Allah. Dan Aku Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah.
ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD ( tasyahud awal ) WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Wahai Allah ! Limpahkanlah Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarga Penghulu Kami Nabi Muhammad.
KAMAA SHALLAITAA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.
Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Rahmat Kepada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.
WA BAARIK ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.
Dan Limpahkanlah Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarganya.
KAMAA BAARAKTA ‘ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM.
Sebagaimana Telah Engkau Limpahkan Berkah Kepada Penghulu Kami, Nabi Ibrahim Dan Kepada Keluarganya.
FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUMMAJIID. YAA MUQALLIBAL QULUUB. TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIK.
Sungguh Di Alam Semesta Ini, Engkau Maha Terpuji Lagi Maha Mulia. Wahai Zat Yang Menggerakkan Hati. Tetapkanlah Hatiku Pada Agama-Mu.
 10. Gerakan salam 
Gerakan salam adalah menengok ke arah kanan dan kiri. Menengok dilakukan sampai kira-kira searah dengan bahu. Jika jadi imam dalam salat berjamaah, salam dilakukan sampai terlihat hidung oleh makmum. Menengok dilakukan sambil membaca salam.
Adapun bacaan salam sebagai berikut :
salam ke arah kanan dan kiri seraya mengucapkan: “ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH, ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH (Semoga keselamatan dan rahmat Allah limpahkan kepadamu)

Kamis, 22 Agustus 2013

Mengenal Islam

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Semoga shalawat dan salam tercurah untuk imam para rasul, nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para shahabatnya .
Islam adalah syari’at Allah terakhir yang diturunkan-Nya kepada penutup para nabi dan rasul-Nya, Muhammad bin Abdullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia merupakan satu-satunya agama yang benar. Allah tidak menerima agama dari siapapun selainnya. Dia telah menjadikannya sebagai agama yang mudah, tidak ada kesulitan dan kesusahan di dalamnya. Allah tidak mewajibkan dan tidak pula membebankan kepada para pemeluknya apa-apa yang mereka tidak sanggup melakukannya. Islam adalah agama yang dasarnya tauhid, syi’arnya kejujuran, porosnya keadilan, tiangnya kebenaran, ruhnya kasih sayang. Ia merupakan agama agung yang mengarahkan manusia kepada seluruh hal yang bermanfa’at, serta melarang dari segala hal yang membahayakan bagi agama dan kehidupan mereka di dunia.
Dengannya Allah meluruskan ’aqidah dan akhlak, serta memperbaiki kehidupan dunia dan akhirat. Dengannya pula Allah menyatukan hati yang bercerai-berai, dan hawa nafsu yang berpecah-belah, dengan membebaskannya dari kegelapan kebatilan, dan mengarahkan serta menunjukinya kepada kebenaran dan jalan yang lurus. Islam adalah agama yang lurus, yang sangat bijaksana dan sempurna dalam segala berita dan hukum-hukumnya. Ia tidak memberitakan kecuali dengan jujur dan benar, dan tidak menghukum kecuali dengan yang baik dan adil, yaitu: ’aqidah yang benar, amalan yang tepat, akhlak yang utama dan etika yang mulia.
Syari’ah Islam bertujuan untuk mewujudkan hal-hal berikut:
1. Memperkenalkan manusia dengan Tuhan dan Pencipta mereka, melalui nama-nama-Nya yang mulia dan sifat-sifat-Nya yang agung, serta perbuatan-perbuatan-Nya yang sempurna.
2. Menyeru manusia untuk beribadah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya; dengan menjalankan semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya, yang merupakan kemaslahatan bagi mereka di dunia dan akhirat.
3. Mengingatkan mereka akan keadaan dan tempat kembali mereka setelah mati, dan apa yang akan mereka hadapi di dalam kubur, serta ketika dibangkitkan dan dihisab. Kemudian tempat kembali mereka surga atau neraka.
Dan hal-hal yang diseru oleh Islam dapat kita simpulkan dalam penjelasan berikut:
Pertama
Aqidah
Yaitu: Meyakini Rukun-Rukun (Pilar-Pilar) Iman yang enam:
1- Beriman kepada Allah, diwujudkan dengan hal-hal berikut:
a. Satu: Beriman kepada rububiyyah Allah Ta’ala, maksudnya: Allah adalah Tuhan, Pencipta, Pemilik dan Pengatur segala urusan.
b. Beriman kepada uluhiyyah Allah Ta’ala, maksudnya: Allah Ta’ala sajalah Tuhan yang berhak disembah, dan semua sesembahan selain-Nya adalah batil.
c. Beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat-Nya, maksudnya: bahwasanya Allah Ta’ala memiliki nama-nama yang mulia, dan sifat-sifat yang sempurna serta agung sesuai dengan yang ada dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam .
2- Beriman kepada para Malaikat:
Malaikat adalah hamba-hamba yang mulia. Mereka diciptakan oleh Allah untuk beribadah kepada-Nya, serta tunduk dan patuh menta’ati-Nya. Allah telah membebankan kepada mereka berbagai tugas. Diantara mereka adalah Jibril; ditugaskan menurunkan wahyu dari sisi Allah kepada nabi-nabi dan rasul-rasul yang dikehendaki-Nya.
Mikail yang ditugaskan untuk mengurus hujan dan tumbuh-tumbuhan.
Israfil yang bertugas meniupkan sangsakala di hari terjadinya kiamat.
Dan Malaikat Maut, bertugas mencabut nyawa ketika ajal tiba.
3- Beriman kepada Kitab-kitab:
Allah -Yang Maha Agung dan Mulia- telah menurunkan kepada para rasul-Nya kitab-kitab, mengandung petunjuk dan kebaikan. Yang kita ketahui di antara kitab-kitab itu adalah:
a. Taurat, diturunkan Allah kepada Nabi Musa alaihis salam, ia merupakan kitab Bani Israil yang paling agung.
b. Injil, diturunkan Allah kepada Nabi Isa alaihis salam.
c. Zabur, diturunkan Allah kepada Daud alaihis salam.
d. Shuhuf Nabi Ibrahim dan Nabi Musa ’alaihimas salam.
e. Al Qur’an yang agung, diturunkan Allah Ta’ala kepada nabi-Nya Muhammad, penutup para nabi. Dengannya Allah telah menasakh (menghapus) semua kitab sebelumnya. Dan Allah telah menjamin untuk memelihara dan menjaganya; karena ia akan tetap menjadi hujjah atas semua makhluk, sampai hari kiamat.
4- Beriman kepada para rasul:
Allah telah mengutus para rasul kepada makhluk-Nya. Rasul pertama adalah Nuh dan yang terakhir adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan semua rasul itu adalah manusia biasa, tidak memiliki sedikitpun sifat-sifat ketuhanan. Mereka adalah hamba-hamba Allah yang telah dimuliakan dengan kerasulan. Dan Allah telah mengakhiri semua syari’at dengan syari’at Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau diutus untuk seluruh manusia. Maka tidak ada lagi nabi sesudahnya.
5- Beriman kepada hari akhirat:
Yaitu hari kiamat, tidak ada hari lagi setelahnya, Ketika Allah membangkitkan manusia dalam keadaan hidup untuk kekal di tempat yang penuh kenikmatan atau di tempat siksaan yang amat pedih.
Beriman kepada Hari Akhir meliputi beriman kepada semua yang akan terjadi setelah mati, yaitu: ujian kubur, kenikmatan dan siksaannya, serta apa yang akan terjadi setelah itu, seperti kebangkitan dan hisab, kemudian surga atau neraka.
6- Beriman kepada Takdir:
Takdir artinya: beriman bahwasanya Allah telah mentaqdirkan semua yang ada dan menciptakan seluruh makhluk sesuai dengan ilmu-Nya yang terdahulu, dan menurut kebijaksanaan-Nya. Maka segala sesuatu telah diketahui oleh Allah, serta telah pula tertulis disisi-Nya, dan Dialah yang telah menghendaki dan menciptakannya.
Kedua
Rukun-rukun (Pilar-Pilar) Islam
Islam dibangun di atas lima rukun. Seseorang tidak akan menjadi muslim yang sebenarnya hingga dia mengimani dan melaksanakannya, yaitu:
Rukun pertama: Syahadat (bersaksi) bahwa, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan bahwasanya Muhammad itu adalah Rasulullah. Syahadat ini merupakan kunci Islam dan pondasi bangunannya.
Makna syahadat la ilaha illallah ialah: tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah saja, Dialah ilah yang hak, sedangkan ilah selainnya adalah batil. Dan ilah itu artinya: sesuatu yang disembah.
Dan makna syahadat: bahwasanya Muhammad itu adalah rasulullah ialah: membenarkan semua apa yang diberitakannya, dan menta’ati semua perintahnya serta menjauhi semua yang dilarang dan dicegahnya.
Rukun kedua: Shalat:
 Yaitu lima shalat setiap hari, Allah syari’atkan sebagai hubungan antara seorang muslim dengan Tuhannya. Di dalamnya dia bermunajat dan berdo’a kepada-Nya, di samping agar menjadi pencegah bagi muslim dari perbuatan keji dan munkar.
Dan Allah telah menyiapkan bagi yang menunaikannya kebaikan dalam agama dan kemantapan iman serta ganjaran, baik cepat maupun lambat. Maka dengan demikian seorang hamba akan mendapatkan ketenangan jiwa dan kenyamanan raga yang akan membuatnya bahagia di dunia dan akhirat.
Rukun ketiga: Zakat
Yaitu: sedekah yang dibayar oleh orang yang memiliki harta sampai nisab (kadar tertentu) setiap tahun, kepada yang berhak menerimanya seperti orang-orang fakir dan lainnya, di antara yang berhak menerima zakat.
Dan zakat itu tidak diwajibkan atas orang fakir yang tidak memiliki nisab, tapi hanya diwajibkan atas orang-orang kaya untuk menyempurnakan agama dan islam mereka, meningkatkan kondisi dan akhlak mereka, menolak segala bala dari mereka dan harta mereka, mensucikan mereka dari dosa, di samping sebagai bantuan bagi orang-orang yang membutuhkan dan fakir di antara mereka, serta untuk memenuhi kebutuhan keseharian mereka, sementara zakat hanyalah merupakan bagian kecil sekali dari jumlah harta dan rizki yang diberikan Allah kepada mereka.
Rukun keempat: Puasa
Yaitu selama satu bulan saja setiap tahun, pada bulan Ramadhan yang mulia, yakni bulan kesembilan dari bulan-bulan Hijriah. Kaum muslimin secara keseluruhan serempak meninggalkan kebutuhan-kebutuhan pokok mereka; makan, minum dan jima’, di siang hari; mulai dari terbit fajar sampai matahari terbenam.
Dan semua itu akan diganti oleh Allah bagi mereka -berkat karunia dan kemurahannya- dengan penyempurnaan agama dan iman mereka, serta peningkatan kesempurnaan diri, dan banyak lagi ganjaran dan kebaikan lainnya; baik, di dunia maupun di akhirat yang telah dijanjikan Allah bagi orang-orang yang berpuasa.
Rukun kelima: Haji
Yaitu menuju Masjidil haram untuk melakukan ibadah tertentu. Allah mewajibkannya atas orang yang mampu sekali seumur hidup. Pada waktu itu kaum muslimin dari segala penjuru berkumpul di tempat yang paling mulia di muka bumi ini, menyembah Tuhan Yang Satu, memakai pakaian yang sama, tidak ada perbedaan antara pemimpin dan yang dipimpin, antara si kaya dan si fakir dan antara yang berkulit putih dan berkulit hitam. Mereka semua melaksanakan bentuk-bentuk ibadah tertentu, yang terpenting di antaranya adalah: Wukuf di padang Arafah, thawaf di Ka’bah yang mulia, kiblatnya kaum muslimin, dan sa’i antara bukit Shafa dan Marwah.
Dan di dalam pelaksanan haji itu terdapat manfaat-manfaat yang tidak terhingga banyaknya, baik dari segi agama maupun dunia.
Ketiga
Selanjutnya, Islam juga telah mengatur kehidupan pemeluknya secara individu dan kelompok, dengan konsep yang menjamin kebahagiaan hidup mereka dunia dan akhirat. Islam membolehkan bahkan mendorong mereka untuk nikah, dan sebaliknya mengharamkan atau melarang perbuatan zina, sodomi dan segala bentuk prilaku kotor lainnya. Ia mewajibkan menjalin hubungan antar kerabat, mengasihi orang-orang fakir dan miskin serta menyantuni mereka, sebagaimana Islam juga mewajibkan dan mendorong untuk berakhlak mulia, serta mengharamkan dan melarang segala bentuk moral yang hina.
Islam membolehkan bagi mereka usaha yang baik melalui perdagangan, persewaan dan semacamnya, serta mengharamkan praktek riba, segala bentuk perdagangan yang terlarang dan semua yang mengandung unsur penipuan atau pengelabuan.
Sebagaimana Islam juga memperhatikan perbedaan manusia dalam konsisten terhadap ajarannya dan memelihara hak-hak orang lain, untuk itu ditetapkan sanksi-sanksi yang mencegah untuk terjadinya berbagai pelanggaran terhadap hak-hak Allah seperti: murtad, berzina, meminum khamar dan semacamnya, begitu juga ditetapkan sanksi-sanksi yang mencegah akan terjadinya pelanggaran terhadap hak-hak sesama manusia, seperti membunuh, mencuri, menuduh orang lain berbuat zina, atau menganiaya dengan memukul atau menyakiti. Sanksi-sanksi tersebut sangat sesuai dengan bentuk kejahatannya tanpa berlebih-lebihan.
Sebagaimana Islam juga telah mengatur dan memberi batasan terhadap hubungan antara rakyat dan penguasa, dengan mewajibkan rakyat untuk ta’at selama bukan dalam maksiat kepada Allah, dan mengharamkan kepada mereka memberontak atau menentang, karena bisa menimbulkan kerusakan-kerusakan secara umum atau khusus.
Sebagai penutup, dapat kita katakan bahwa Islam telah merangkum ajaran yang membangun dan menciptakan hubungan yang benar dan amalan yang tepat antara hamba dan Tuhannya dan antara seseorang dengan masyarakatnya dalam segala urusan. Maka tak satupun kebaikan, baik itu dari segi akhlak maupun mu’amalat, melainkan Islam telah membimbing dan mendorong ummat untuk melaksanakannya, dan sebaliknya tak satupun keburukan dalam hal akhlak ataupun mu’amalat melainkan Islam telah mencegah dan melarang ummat untuk melakukannya. Ini semua membuktikan kesempurnaan dan keindahan agama ini, dalam seluruh sisi dan bagiannya.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Kumpulan Kata-kata Ikmah Ikram NUR

Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak boleh mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Orang yang terlalu memikirkan akibat dari sesuatu keputusan atau tindakan, sampai bila-bilapun dia tidak akan menjadi orang yang berani (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Orang-orang yang suka berkata jujur mendapatkan tiga hal, kepercayaan, cinta, dan rasa hormat. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Perkataan sahabat yg jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi darinenek moyang. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan. (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Orang yang tidak menguasai matanya, hatinya tidak ada harganya (Khalifah Ali bin Abi Thalib)
Setiap kamu adalah pemimpin, yaitu : Pemimpin terhadap diri dan keluarganya, pemimpin terhadap masyarakat dan bangsanya.( Mousthafaal-Gholayaini).
Pengkhianatan yang paling besar adalah pengkhianatan umat, sedang pengkhianat yang paling keji yaitu pengkhianatan pemimpin. (Ali bin Abu Thalib).
Jika kamu berhadapan dengan gurumu, sesungguhnya secara hakikat kamu sedang berhadapan dengan rasul. Sadar akan hal itu, maka hormatilah gurumu. (Sebagian Ulama).
Berteman dengan orang yang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya sungguh lebih baik bagi kamu ketimbang berteman dengan orang alim tapi suka terhadap nafsuya. (Ibnu Athaillah as-Sakandari).
Cintai dan sayangilah para fakir miskin, maka Allah akan menyayangimu. (Nabi MUHAMMAD SAW).

MOTIVASI UNTUK REMAJA MASJID ( IKRAM NUR )



Saat ini banyak manusia diliputi keresahan karena perubahan zaman begitu cepat, apa yang tahun kemarin  dianggap sebagai hal baru belum mampu sepenuhnya diikuti oleh kebanyakan masyarakat, namun sudah lahir sesuatu yang baru lagi. Di dunia bisnis, perdagangan dan peluang-peluang lainnya menjadi tidak banyak yang bisa diharapkan oleh manusia masa kini jika sudah tertinggal perkembangan Informasi dan Telekomunikasi. Maka benar jika kemudian ada yang bilang Andai Indonesia ini tidak saking suburnya maka pasti sudah banyak manusia kelaparan karena masyarakatnya banyak yang kalah bersaing dalam merebut berbagai kesempatan. Pendek kata grafik orang-orang gelisah karena menganggur di Indonesia ini tidak pernah terjadi penurunan.
Entah bagaimana dengan kita sendiri, apakah juga termasuk orang yang gelisah karena khawatir turut berperan menambah angka pengangguran tadi atau malah yang santai-santai saja, apatis dan tidak perlu merasa gelisah. Santai dalam artian tidak grusa-grusu adalah sikap baik jika itu dimiliki orang yang sudah punya visi dan misi tentang masa depannya. Tapi jika santai itu dibiarkan mengalir karena tidak tahu harus berbuat apa, maka tentu ini patut kita khawatirkan. Pasalnya mau tidak mau, siapaun kita adalah pemimpin. Lebih-lebih jika nanti sudah berumah tangga dan memiliki keluarga sendiri. Karena itu sungguh tidak realistis jika kita tidak punya visi dan misi akan bagaimana kita membentuk diri kita di masa depan.
Begitu lepas dari usia 18 tahun semestinya kita sudah tidak layak lagi banyak berharap dari sokongan orang tua. Ironisnya ajaran Islam ini justru dipraktekkan oleh pemuda-pemuda non muslim. Di Amerika dan negara-negara maju lainnya seprti Jepang, Singapore hampir seluruh mahasiswanya adalah pemuda-pemuda mandiri yang seratus persen biaya sekolahnya didapat dari keringat mereka sendiri. Sementara masih banyak di sekitar kita sekedar uang untuk turut nyangkruk di warung kopi pun masih minta orang tua. Subhanallah, ternyata mungkin kita juga masuk dalam kategori pemuda manja tersebut.
Akankah semua kita sikapi dengan rayuan diri sendiri dan mengalir mengikuti gaya dari yang kebanyakan dilakukan orang (buka QS.Al-an’am/6 : 116). Jika benar itu prinsip yang kita anut, buat apa dulu susah-susah kuliah, tentu terlalu mahal biaya yang kita keluarkan jika ilmu yang kita peroleh hanya sekedar maher cangkru’an. Cangkru’an memang kadang kita perlukan, namun menjadi tidak bernilai jika kita jadikan rutinitas tanpa adanya efek positif yang kita dapatkan. Nabi sendiri menyatakan “Termasuk sempurnanya sikap seorang muslim adalah jika dia mau meninggalkan perilaku-perilaku yang tanpa guna”.  Hal tersebut mengajarkan agar kita sadar betul alias tidak waton grubyuk tentang awal hingga akhir dari semua yang kita lakukan.
REMAS DAN REALITAS LINGKUNGAN
Seorang guru pernah berkata : “ Pecundang dapat dibagi menjadi dua ; Mereka yang berpikir tapi tidak melaksanakannya, dan mereka yang melaksanakannya tapi tidak berpikir”. Ada pemikir dan Pelaku, dua jenis orang ini banyak kita dapatkan dalam kepengurusan masjid, termasuk juga remaja masjid, sehingga tidak heran jika banyak masjid yang sudah lengkap dengan kepengurusannya, tapi nyaris tidak ada bedanya dengan masjid yang tanpa pengurus. Yang lebih parah lagi jika keadaan tersebut juga memberikan efek nyaris tanpa beda antara ummat yang sabah masjid dengan yang hanya setahun sekali masuk masjid. Na’udzubillahi mindzaalik.
Kini saatnya kita harus berikrar. Siapapun kita, mungkin yang selama ini sudah banyak berpikir maka perlu lebih banyak lagi berbuat, dan yang selama ini sudah berbuat maka perlu lebih banyak lagi berpikir. Harapannya tiada lain agar 1066 masjid yang ada di Kabupaten kita ini dapat memberi konstribusi  bagi upaya penyelamatan akhlaq bangsa. Bukankah kita semua dicipta Allah tanpa sia-sia, bukankah kita diberi kesempatan hidup untuk sebuah tugas penyelamatan, bukankah kita diutus untuk tugas penyempurnaan akhlaq diri maupun ummat, bukankah rugi jika kepercayaan Allah tersebut kita sia-siakan ?
MULAI DARI MANA
Mulai dari mana, bagaimana menyelamatkan, bukankah diri ini sendiri orang yang perlu diselamatakan ?  bagaimana bisa mengentaskan sebab rasa-rasa diri ini sendiri adalah orang yang perlu dientaskan?
Ada hal mendasar yang akhir-akhir ini sering diragukan masyarakat kita dan terlukis dalam kalimat tanya : “ngurusi masjid dapat apa ? aku tidak butuh pahala, yang kubutuhkan adalah pekerjaan nyata dengan penghasilan yang nyata pula”. Tanpa survey intensif dapat diterawang bahwa kesalahan berprinsip yang bisa kita sebut penyakit ini ternyata sudah mewabah sehingga kita pun bertambah problem ; ternyata masyarakat kita jika diajak realistis nyatanya banyak waktunya dihabiskan dengan nyangkruk dan santai-santai saja, tapi jika diajak ke arah tauhid nyatanya ragu. Ini mungkin yang dalam guyonan disebut sebagai pejuang tanggung, bukan pejuang tangguh.
MENGURUS MASJID ADALAH URUSAN TAUHID
Coba kita buka QS. Albaqarah/2, ayat : 124 sampai 129.  6 ayat secara runtut bercerita tentang Nabi Ibrahim sebagai Ta’mir dan Nabi Isma’il sebagai Remaja Masjidnya. Beliau berdua diuji ketauhidannya di luar kemampuan manusia biasa, ujian tersebut sampai kini direkonstruksi ummat Islam dalam pelaksanaan haji dan kurban.
Setelah lulus melewati ujian-ujian yang dibebankan kepada Nabi Ibrahim hingga beliau diangkat sebagai Imam dengan titel Khalilullah dan masuk dalam kelompok Nabi Ulul Azmi. Perintah setelahnya adalah agar Nabi Ibrahin dan Ismail “An-Thohhiro Baitiya” membersihkan rumah Allah untuk orang-orang yang hendak ibadah di dalamnya. Baru kemudian di rumah Allah itulah Nabi Ibrahim mengabdi dengan penuh ketenangan dan  do’a-do’a beliau dikabulkan hingga berkahnya masih bisa dirasakan sepanjang masa.
Kemudian kita buka QS. Annur/24 : 54 -55 :
54. Katakanlah: “Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling Maka Sesungguhnya kewajiban Rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. dan jika kamu taat kepadaNya, niscaya kamu mendapat petunjuk. dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”.
55. dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.
Jika direnungkan Dan jika kamu taat kepadaNya (mau perduli pada masjid dengan ikhlash semata-mata karena Allah), niscaya kamu mendapat petunjuk (ide-ide cemerlang yang menghantarkan kita agar dapat terlepas dari pengangguran ataupun problem-problem kehidupan yang kita hadapi).
Allah telah berjanji (cepat atau lambat pasti dipenuhiNya) kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi (memiliki pekerjaan yang mapan) : dan hal ini bisa kita lihat Para Tokoh seperti Bung Hatta, Gus Dur, Hidayat Nur Wahid, Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar adalah sedikit dari mereka yang mengawali perjuangannya dari mengurus masjid. Masihkah kita ragu ?
APA YANG HARUS DITEMPUH
1.      Kuatkan tekad untuk segera perduli pada persoalan masjid.
2.      Uruslah Rumah Allah pasti Allah Mengurus yang kita butuhkan (segera teken kontrak di tengah masjid dengan Allah).
3.      Ingat Hadits tentang tujuh golongan yang dilindung Allah
4.      menjadi contoh dan bukan hanya memberi contoh
5.      Sempurnakan keperdulian dengan banyak membaca, mengikuti perkembangan dalam pelatihan maupun lainnya (mumpung DMInya pun giat)
6.      Bentuk forum seperjuangan (network), sekurang-kurangnya dengan yang punya kemauan terlebih dulu, soal kemampuan bisa diasah bareng-bareng.
7.      Pererat shilatur-rahim tentang kemasjidan minimal via facebook
8.      Jangan kalah dengan Patih Gajah Mada yang tidak kenal Internet, tidak kenal Bluetooth tapi mampu menyatukan nusantara.
9.      Tidak salah juga dengan mendirikan koperasi kemasjidan yang dikembangkan bukan saja sebagai sarana memperkuat keuangan masjid tapi juga untuk membantu memperlancar informasi kewirausahaan (jasa layanan informasi bidang usaha dan perdagangan).
10.  Dan bisa ditambahkan yang lain-lain.
PENUTUP
Memulai suatu tugas biasanya merupakan langkah paling berat. Untuk itu sebaiknya kita tidak ragu bahwa perjalanan seribu milpun dimulai dengan sebuah langkah. Banyak orang mandeg justru karena langkah awal itu, keberanian untuk memulai yang sesungguhnya ada pada diri setiap manusia banyak dilumpuhkan oleh ketakutan untuk mencoba sesuatu yang besar. Tidak berlebihan jika kemudia ada pepatah bijak mengatakan “Permulaan adalah separuh pertempuran”. So, jangan ragu bahwa semua kemuliaan datang dari keberanian untuk memulai. Maka mari segera kita perbarui tekad untuk memulai, atau mengawali kembali perduli pada masjid. Wallahu A’lam.

Rabu, 21 Desember 2011

AD-ART IKRAM NUR


ANGGARAN DASAR/ ANGGARAN RUMAH TANGGA
IKATAN REMAJA MASJID NURUL HIDAYAH BASSEANG
IKRAMNUR
Pemuda dan remaja sebagai generasi penerus merupakan pondasi dasar dari adanya kemajuan dan kemunduran umat Islam, maka wajarlah apabila generasi ini harus diarahkan kepada pengembangan dan peningkatan sumber daya insaninya, seperti apa yang telah diajarkan oleh nabi dalam kesehariannya yang mengajarkan akhlak dan budi pekerti yang baik.
Agama Islam yang diamanatkan kepadanya untuk diserukan kepada umatnya merupakan tugas utama para remaja sebagai generasi penerus kelangsungan umat Islam, yang selayaklah apabila kita mensiarkan ajaran Agama Islam yang seutuhnya. Dengan demikian terciptalah umat Islam yang membawa keharmonisan, kedamaian, dan rahmatan lilalamiin.
Atas dasar itulah kami selaku pemuda dan remaja Islam menghimpun diri dalam suatu wadah yang bernama Remaja Masjid Mujahidin ( IKRAM NUR ) demi tercapainya tugas utama para pemuda dan remaja sebagai generasi penerus kelangsungan umat manusia.



ANGGARAN DASAR
IKATAN REMAJA MASJID NURUL HIDAYAH BASSEANG

BAB I
NAMA, WAKTU, DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1 : Nama
Nama dari organisasi ini adalah IKATAN REMAJA MASJID NURUL HIDAYAH BASSEANG, yang selanjutnya disebut IKRAM NUR.
Pasal 2 : Waktu
IKRAM NUR didirikan pada tahun 1983 untuk waktu yang tidak ditentukan.
Pasal 3 : Tempat kedudukan
IKRAM NUR berkedudukan di Masjid Mujahidin Komplek Departemen Agama Kedoya Selatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

BAB II
ASAS DAN STATUS
Pasal 4 : Asas
IKRAM NUR berasaskan Al Qur’an dan Hadits.


Pasal 5 : Status
IKRAM NUR adalah Organisasi Remaja Masjid yang merupakan bagian dari Organisasi Masjid Nurul Hidayah Basseang.
BAB III
SIFAT DAN TUJUAN
Pasal 6 : Sifat
IKRAM NUR bersifat Ukhuwah Islamiyah.
Pasal 7 : Tujuan
Ayat 1. Mensyiarkan Islam dikalangan umat Islam dan remaja/ pemuda pada khususnya.
Ayat 2. Menjalin rasa kekeluargaan antar sesama anggota dan bekerja sama dengan organisasi
lain
ayat 3. Membina dan meningkatkan peran umat Islam dalam kegiatan sosial kemasyarakatan
menuju masyarakat Islami.

BAB IV
LAMBANG DAN ARTI LAMBANG
Pasal 8 : Lambang

Pasal 9 : Arti Lambang
Ayat 1 . Tulisan IKRAM NUR merupakan nama dari organisasi ini.
Ayat 2 . Dua buah kitab : melambangkan Al Qur’an dan Al Hadits yang merupakan
landasan syiar Islam.
Ayat 3 . 5 buah pintu : melambangkan Rukun Islam.
Ayat 4. Kubah Masjid : melambangkan kegiatan IKRAM NUR berpusat di Masjid.
Ayat 5. 4 buah sinar pendek : melambangkan 4 Khulafaur Rasyididn. Penerus syiar Islam.
Ayat 6. 5 buah sinar panjang : melambangkan shalat 5 waktu sebagai tiang agama.
Ayat 7. Menara tinggi : melambangkan cita-cita perjuangan Islam yang tinggi menjulang.
Ayat 8. Bulan Bintang : melambangkan ketinggiandan kemuliaan nilai Islam.
Ayat 9. Bingkai segitiga : melambangkan Iman, Islam, dan Ikhsan.




BAB V
PERANGKAT ORGANISASI

Pasal 10 : Perangkat Organisasi IKRAM NUR terdiri dari :
Ayat 1. Rapat Umum Anggota IKRAM NUR
Ayat 2. Dewan Pembina dan Dewan Penasehat IKRAM NUR
Ayat 3. Rapat Harian Pengurus IKRAM NUR
BAB VI
LEMBAGA TERTINGGI DAN TINGGI IKRAM NUR

Pasal 11 : Lembaga Tertinggi
Ayat 1. Lembaga Tertinggi IKRAM NUR adalah Rapat Umum Anggota
Ayat 2. Ketentuan Rapat Umum Anggota diatur dalam Anggaran Rumah Tangga
Pasal 12 : Lembaga Tinggi
Ayat 1. Lembaga Tinggi IKRAM NUR adalah Rapat Harian Pengurus
Ayat 2. Ketentuan lembaga-lembaga tersebut diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB VII
SUMBER DANA

Pasal 13 : Sumber dana IKRAM NUR diperoleh dari :
    1. Subsidi Masjid Mujahidin
    2. Iuran wajib anggota
    3. Donatur tetap dan tidak tetap
    4. Usaha –usaha lain yang halal dan tidak bertentangan dengan asas dan tujuan.

BAB VIII
ATURAN TAMBAHAN
Pasal 14 :
Hal-hal yang belum diatur di dalam Anggaran Dasar akan diatur di dalam Anggaran Rumah Tangga IKRAM NUR dan tidak menyimpang dari Anggaran Dasar.
Pasal 15 :
Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hanya dapat dilakukan oleh Rapat Umum Anggota IKRAM NUR.
Pasal 16 :
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga diatur dalam peraturan-peraturan atau ketentuan-ketentuan lainnya yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IKRAM NUR.
Pasal 17 :
Semua peraturan dan ketentuan yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 18 :
Apabila segala ketentuan dalam AD/ART tidak sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi, maka AD/ART dapat diamandemen melalui RUA.
Pasal 19 :
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ini berlaku sejak tanggal disahkan.






ANGGARAN RUMAH TANGGA
REMAJA MASJID MUJAHIDIN


BAB I
KEANGGOTAAN

Pasal 1 : Keanggotaan IKRAM NUR
Ayat 1. Anggota adalah Remaja/ Pemuda beragama Islam yang memenuhi ketentuan sebagai
anggota.
Ayat 2. Anggota IKRAM NUR terdiri atas :
a. Anggota biasa : Remaja/ Pemuda yang beragama Islam dan memenuhi
ketentuan.
b. ( Anggota ) Pengurus : Anggota biasa yang merupakan badan pengurus harian
dan badan koordinasi yang melengkapinya dan disahkan
oleh Pengurus Masjid Mujahidin.
c. ( Anggota ) Kehormatan : Anggota yang diangkat dan disahkan oleh Pengurus
harian.

Pasal 2 : Penerimaan Anggota
Ayat 1. Syarat menjadi anggota biasa :
    1. Beragama Islam
    2. Mengisi biodata
    3. Berusia minimal 15 tahun s/d 30 tahun dan belum menikah
    4. Tunduk dan patuh pada AD/ ART IKRAM NUR
Ayat 2. Syarat menjadi Pengurus :
    1. Anggota biasa yang aktif dan sudah mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan
    2. Aktif dalam kepanitiaan yang diadakan oleh IKRAM NUR
    3. Memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap IKRAM NUR
Ayat 3. Syarat menjadi Anggota Kehormatan :
    1. Beragama Islam
    2. Memiliki loyalitas yang tinggi
    3. Diangkat dan disahkan oleh pengurus harian.

Pasal 3 : Kewajiban dan Hak Anggota
Ayat 1. Setiap anggota dan pengurus berkewajiban menjaga nama baik IKRAM NUR, mensyiarkan
ajaran Islam dan mentaati AD/ ART.
Ayat 2. Setiap anggota biasa dan pengurus berkewajiban membayan iuran wajib anggota.
Ayat 3. Setiap anggota berhak mengikuti kegiatan IKRAM NUR.
Ayat 4. Setiap anggota berhak mengeluarkan pendapat, mengajukan usul, dan atau mengajukan
Pertanyaan kepada pengurus IKRAM NUR.
Ayat 5. Anggota biasa berhak untuk dipilih dan memilih.

Pasal 4 : Kehilangan dan Pemberhentian Aggota
Ayat 1. Anggota kehilangan keanggotaannya karena :
    1. Meninggal dunia
    2. Atas permintaan sendiri dan disetujui oleh Pengurus Harian
    3. Murtad dari agama Islam
    4. Diberhentikan
Ayat 2. Anggota diberhentikan karena tindakan yang bertentangan dengan ketentuan-ketentuan
yang telah ditetapkan dan tindakan yang merugikan nama baik IKRAM NUR serta sebab
lain yang dianggap diberhentikan IKRAM NUR.
Ayat 3. Surat Keputusan Pemberhentian dikeluarkan oleh Ketua atas Persetujuan Pengurus
Harian IKRAM NUR.
Ayat 4. Anggota yang diberhentikan berhak mengajukan pembelaan diri dan didampingi oleh
pembela dalam Rapat Pengurus Harian IKRAM NUR.
Ayat 5. Pengurus berkewajiban untuk melakukan rehabilitasi status anggota dan atau cukup
beralasan yang berkaitan dengan pasal 4 ayat 2, 3, dan 4 bila terbukti tidak bersalah.

BAB II
ORGANISASI

Pasal 5 : Rapat Umum Anggota
Ayat 1. Status dan Wewenang
    1. Merupakan forum musyawarah tertinggi organisasi
    2. Memilih/ mengangkat Ketua IKRAM NUR
    3. Membahas hal-hal khusus
    4. Meminta pertanggung jawaban Ketua IKRAM NUR
    5. Merubah dan mengesahkan Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga.
Ayat 2. a. Pelaksanaan RUA dilaksanakan oleh Pengurus Harian IKRAM NUR
    1. Penyelenggaraannya dilaksanakan sekurang-kurangnya 2 tahun sekali
    2. Apabila dalam kurun waktu tersebut terjadi hal-hal khusus maka pengurus harian
dapat mengadakan Rapar Umum Anggota Luar Biasa.
Ayat 3. Tata tertib Rapat Umum Anggota :
    1. Rapat Umum Anggota dihadiri oleh Anggota biasa, Pengurus, Anggota Kehormatan
dan Undangan.
    1. Peserta yang memilki hak suara adalah Pengurus dan Anggota Biasa sedangkan
Anggota Kehormatan dan Undangan hanya memiliki hak bicara.
    1. Forum musyawarah dianggap sah dengan ketentuan dihadiri oleh 2/3 anggota biasa
dan seluruh Pengurus.
    1. Apabila pint c tidak terpenuhi, maka RUA diskorsing 2 x 30 menit.
    2. Apabila point d tidak terpenuhi, maka RUA dapat disahkan oleh anggota yang hadir.

Pasal 6 : Dewan Pembina dan Dewan Penasehat
Ayat 1. Dewan Pembina
    1. Dewan Pembina meliputi 1 orang Pengurus Masjid Mujahidin.
    2. Dewan Pembina berhak memberi saran, usul, nasehat, dan pendapat serta mengawasi kegiatan IKRAM NUR.
Ayat 2. Dewan Penasehat
    1. Dewan Penasehat terdiri dari 5 orang yang dipilih dan diangkat oleh Rapat Umum
Anggota.
    1. Dewan Penasehat wajib memberikan bantuan baik moriil maupun materiil.
Pasal 7 : Rapat Harian Pengurus
Ayat 1. Rapat Harian Pengurus minimal dihadiri oleh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara.
Ayat 2. Rapat Harian Pengurus dipimpin oleh Ketua.
Pasal 8 : Kepengurusan
Ayat 1. Susunan Pengurus merupakan hak preogratif Ketua.
Ayat 2. Pengurus membuat rancangan Tata Tertib dan Agenda Acara RUA
Ayat 3. Kepengurusan dinyatakan demisioner setelah laporan pertanggungjawaban diterima
oleh RUA.
Ayat 4. Masa jabatan Ketua Umum maksimum hanya 2 kali masa kepengurusan.
Ayat 5. Jika Ketua Umum berhenti atau diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhir, maka
digantikan oleh wakilnya.

Pasal 9 : Kewajiban dan Hak Pengurus
Ayat 1. Pengurus harus mentaati AD/ART.
Ayat 2. Pengurus wajib menetapkan program kerja
Ayat 3. Pengurus wajib mengawasi dan mengkoordinasikan pelaksanaan program-program
Ayat 4. Pengurus berhak dan wajib mengadakan rapat khusus/ istimewa jika perlu
Ayat 5. Masa kepengurusan IKRAM NUR 2 tahun

BAB III
SUMBER DANA

Pasal 10 :
Ayat 1. Setiap kegiatan IKRAM NUR yang berhubungan dengan syiar Agama/ peringatan hari besar,
IKRAM NUR berhak meminta subsidi ke Pengurus Masjid.
Ayat 2. Untuk kegiatan sosial kemasyarakatan selain dari Pengurus Masjid, IKRAM NUR bisa
meminta dana dari masyarakat Komplek dan sekitarnya dan donatur yang tidak tetap.
Ayat 3. Segala pemasukan subsidi/ dana wajib dilaporkan kepada bendahara IKRAM NUR.
Ayat 4. Bendahara IKRAM NUR diwajibkan melaporkan keadaan keuangan setiap Triwulan kepada
Rapat Pengurus Harian.
Ayat 5. Setiap Ketua Departemen harus membuat anggaran yang diperlukan dan harus atas
persetujuan Ketua IKRAM NUR setelah dikonsultasikan dengan Wakil Ketua ( Koordinasi
program )
Ayat 6. Setiap Ketua Departemenharus mempertanggung jawabkan kegiatannya 1 ( satu )
minggu setelah laporan kepanitiaan kepada Ketua IKRAM NUR baik secara lisan maupun
tulisan.
Ayat 7. Setiap kepanitiaan dalam hal penyusunan anggaran kegiatan berkonsultasi dengan
Bendahara IKRAM NUR dan mempertanggung jawabkan pelaksanaannya paling lambat
2 ( dua ) minggu sesudah kegiatan tersebut berakhir.

BAB IV
ATURAN TAMBAHAN

Pasal 11 :
Ayat 1. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga akan ditetapkan dalam
Peraturan organisasi yang tidak bertentangan dengan AD/ ART.
Ayat 2. Perumusan rancangan perubahan AD/ ART dibuat dan disampaikan oleh sebuah tim
Yang diangkat oleh pengurus harian IKRAM NUR pada periode yang sedang berlangsung.
Ayat 3. Pengesahan perubahan AD/ ART hanya dapat dilakukan Rapat Umum Anggota.
Ayat 4. AD/ ART berlaku sejak tanggal disahkan.
Pasal 12 :
Semua peraturan dan ketentuan yang bertentangan dengan Anggaran Rumah Tangga ini dinyatakan tidak berlaku.




Ditetapkan : di Basseang
Pada : Rapat Umum Anggota
Luar Biasa tahun 2011
Tanggal : 30 Agustus 2011
Tempat : Ruang Serba Guna
Masjid Mujahidin


Pimpinan Sidang

Rahman Baharuddin